Maluadalah perasaan yang muncul dari tekanan keadaan sehingga merasa rendah, terhina, takut, dan kawatir.Rasa malu muncul bisa karena sebuah ke Orang-orang yang waras memiliki alasan yang cukup mendasar untuk memiliki rasa malu. Sebab rasa malu dibutuhkan manusia sebagai dasar eksistensi diri untuk berkembang dan diakui oleh orang lain Orangyang beriman pasti memiliki sifat malu dalam menjalani kehidupan. Orang yang tidak memiliki rasa malu berarti seseorang bisa dikatakan tidak memiliki iman dalam dirinya meskipun lidahnya menyatakan beriman. Rasulullah SAW bersabda, ''Iman itu lebih dari 70 (tujuh puluh) atau 60 (enam puluh) cabang, cabang iman yang tertinggi adalah Mewartacom, Makassar- Setiap orang pastinya memiliki rasa malu terhadap dirinya sendiri, namun rasa malu bisa kalian tempatkan pada tempatnya yah. Karena sejatinya seseorang juga tidak selamanya untuk merasa malu dengan hal-hal tertentu. Dan jika kalian hanya akan merasa malu yang terus-menerus maka itu juga tidak bisa membuat kalian berkembang atau mencapai apa yang kalian inginkan, karena DalamSyarah Kitab Arba'in an-Nawai disebutkan bahwa makna hadis tersebut adalah jika seseorang tidak memiliki rasa malu, maka lakukanlah sekehendakmu, dan Allah akan memberimu siksa yang pedih. Melalui hadis ini, Allah memberikan perintah kepada hambanya untuk memiliki rasa malu dan juga menunjukkan ancaman bagi yang melanggarnya. . loading...Sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak seseorang dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik. Foto ilustrasi/ist Rasa malu adalah benteng pertahanan bagi seluruh akhlak. Ia merupakan keutamaan yang agung dan karenanya perilaku manusia menjadi terarah. Ia adalah pagar yang melindungi tatanan nilai dan moral . Abu Hamid al-Ghazali pernah menyatakan, "Kontrol pertama yang paling tepat dalam diri seorang adalah rasa malu. Karena jika seorang merasa malu, dia akan meninggalkan perbuatan buruk. Hal ini tiada lain karena akalnya telah tersinari, sehingga dia mampu melihat hakikat keburukan dan penyimpangan . Baca Juga Dia mampu mengetahui mana yang harus disikapi dengan malu dan mana yang tidak. Ini merupakan anugerah dari Allah kepadanya dan merupakan penunjuk yang akan mengantarkan dia menuju perilaku yang baik dan hati yang bersih. Nah muslimah, pada diri manusia terdapat tiga macam malu yang perlu melekat padanya. Rasa malu apa saja? Dirangkum dari berbagai sumber, rasa malu yang melekat pada manusia antara lain Baca Juga 1. Malu kepada diri sendiriKetika manusia sedikit melakukan amal saleh kepada Allah dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Malu ini mendorongnya meningkatkan kuantitas amal saleh dan pengabdian kepada Allah dan Malu kepada manusiaIni penting karena dapat mengendalikan diri agar tidak melanggar ajaran agama, meskipun yang bersangkutan tidak memperoleh pahala sempurna lantaran malunya bukan karena Allah. Namun, malu seperti ini dapat memberikan kebaikan baginya dari Allah karena ia terpelihara dari perbuatan dosa. Baca Juga 3. Malu kepada AllahIni malu yang terbaik dan dapat membawa kebahagiaan hidup. Orang yang malu kepada Allah, tidak akan berani melakukan kesalahan dan meninggalkan kewajiban selama meyakini Allah selalu sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak seseorang dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik. Baca Juga Sifat Malu yang Dimiliki AnakDalam kitab 'Fiqhul Haya', DR Muhammad Ismail Al-Muqoddam menjelaskan, sifat malu ini ternyata menjadi tanda kecerdasan seorang anak. Menurutnya, perilaku malu yang sudah tertanam pada anak semenjak kecil, menjadi kabar gembira bagi orang tuanya jika anak tersebut tumbuh menjadi sosok yang cerdas saat menginjak usia dewasa. Karenanya seorang anak yang pemalu, janganlah diremehkan, tapi dibantu untuk memosisikan sikap malunya secara proposional. Baca Juga Ibnu Maskawih berkata, "Jika kamu melihat seorang anak kecil merasa malu, menundukkan pandangannya ke bawah dengan tersipu, juga tidak menataomu, maka ini adalah tanda keluhurannya dan merupakan bukti bahwa jiwanya sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk."Tahdzib al-Akhlaq h 48,Amr bin Uqbah berkata, "Ketika aku berusia 15 tahun, ayahku berkata kepadaku, 'Hai anakku, telah habis masa kanak-kanakmu. Maka dari itu, peganglah rasa malu dan masuklah kamu menjadi ahlinya serta janganlah kamu meninggalkannya, maka kamu akan tahu manfaat dari sifat malu'." Baca Juga Wallahu A'lam wid Web server is down Error code 521 2023-06-13 173437 UTC Host Error What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6c15daad15b90e • Your IP • Performance & security by Cloudflare loading...Rasa atau sifat malu dianggap sebagai sumber utama dari terciptanya akhlak terpuji lainnya, sifat ini pun memiliki banyak keutamaan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya. Foto ilustrasi/ist Rasa atau sifat malu dianggap sebagai sumber utama dari terciptanya akhlak terpuji lainnya. Dalam sebuah sebuah hadis Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam menyebutkan, “Setiap agama memiliki akhlak dan akhlak Islam adalah malu.” HR. Ibnu Majah Sifat malu ini pun banyak memiliki keutamaan. Kenapa demikian? "Karena rasa malu ini sebagai perhiasan yang akan memperindah iman yang ada di dalam diri seorang muslin sehingga ia pun juga sebagai syiar islam yang harus selalu dijaga dalam setiap perilaku,"ungkap Ustadz Mu’tashim Lc, MA, dai alumnus Universitas Islam Madinah yang juga pengasuh di Dewan Konsultasi Bimbingan Islam BIAS. Baca Juga Mengutip pendapat ulama Wahab bin Munabbih, Ustadz Mu'tashim mengatakan, dalam menyifati rasa malu yang akan memperindah dan menjauhkan diri dari kejelekan, “ibarat iman yang tidak tertutup, di mana pakaiannya adalah takwa dan perhiasannya adalah rasa malu .” Sehingga dikatakan, “barangsiapa yang menutup pakaiannya dengan rasa malu maka manusia tidak akan melihat aibnya.”Karenanya syariat memerintahkan dan menganjurkan umatnya untuk berakhlak dengan rasa malu dan menjadikannya sebagai bagian dari iman yang dimiliki. Menurut Ustadz Mu’tashim, sangat banyak hadis-hadis yang terkait dengan rasa malu, yang menunjukkan besarnya perhatian islam terhadap akhlak malu. Dengan artian seorang hamba selalu malu terhadap kejelekan dan kemaksiatan, atau malu bila tidak menjalankan di antaranya hadis-hadis yang menunjukkan tentang keutamaan dan perhatian islam terhadap akhlak malu ini, antara lain1. Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”. Bukhari 82. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Iman itu ada tujuh puluh cabang, yang paling afdhal adalah LAA ILAAHA ILLAALLAH dan yang paling rendah adalah menyingkirkan tulang dari jalan, dan malu adalah bagian dari keimanan.” Abu Daud 40563. Dari Anas ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Tidaklah sifat buruk berada dalam sesuatu kecuali akan memperburuknya, dan tidaklah sifat malu ada dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya.” Tirmidzi 1897, menurutnya hadits ini Hasan Gharib4. Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Al Asyaj Al Ashri “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; sifat santun dan malu.” Ibnu Majah 41785. Dari Abu Mas’ud ia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya diantara yang didapatkan manusia dari perkataan yang disepakati para Nabi adalah; “Jika kamu tidak punya malu, maka berbuatlah sesukamu”.” Bukhari 3225, Ibnu Majah 4173, Ahmad 16470Dan hadis-hadis yang lain yang menunjukkan fungsi dan faidah dari rasa malu baik ia sebagai bagian dari iman, penghias, penjaga ataupun pendorong atas diri seorang hamba untuk malu terhadap perilaku keburukan dan malu bila tidak menjalankan perintah-perintah kebaikan dari agama, bukan rasa malu yang tidak pada lanjut Ustadz Mu’tashim, Islam juga melarang umatnya berperilaku yang tercela. Tercela menurut kacamata Islam yang melanggar hukum dan syariat, tercela karena telah melanggar norma hukum dan adat istiadat masyarakat setempat, sehingga manusia merasa tidak suka dan benci dengan apa yang dilakukannya."Itulah makna akhlak tercela yang mengandung beberapa unsur yang harus terpenuhi, aturan agama, aturan norma negara dan norma masyarakat dengan adat istiadat dengan menjadikan syariat agama sebagai barometer utama dari segala norma dan dogma yang di dapatkan dalam diri manusia,"tuturnya. Baca Juga Wallahu A'lam wid Rasa malu adalah pola perilaku yang ditandai dengan kesulitan komunikasi dan hambatan sosial. Namun, itu bukan penyakit, dan dapat diatasi jika keterampilan yang tepat dikembangkan. Rasa malu adalah kecenderungan perilaku yang stabil yang ditandai dengan tidak diperhatikan, tidak diperhatikan dan tidak diekspresikan secara normal, yang biasanya membatasi perkembangan sosial. Orang pemalu merasa sulit untuk mengungkapkan pendapat mereka, membangun percakapan, menunjukkan kepribadian mereka di depan umum, dan berfungsi dengan cara yang riang dalam pengaturan sosial. Sangat penting untuk menyebutkan bahwa rasa malu bukanlah penyakit atau gangguan psikologis, itu hanyalah ciri kepribadian dan pola perilaku tertentu yang dimiliki banyak orang. Indeks artikel Bisakah itu memiliki konsekuensi negatif? Menjadi pemalu dapat menurunkan tingkat keterampilan seseorang, memaksa mereka untuk berusaha lebih keras untuk melakukan kegiatan sosial yang sederhana , dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah dengan harga diri atau kepuasan pribadi. Ini bukan untuk mengatakan bahwa pemalu adalah sifat kepribadian yang negatif dan merugikan dan bersikap terbuka adalah sifat kepribadian yang positif dan bermanfaat. Ekstroversi dapat menyebabkan masalah atau ketidaknyamanan tertentu dengan cara yang sama seperti rasa malu. Pertanyaan ” berhenti” terletak pada bagaimana rasa malu dikelola, bagaimana kita menyesuaikannya dengan cara kita bersikap dan berperilaku, dan efek apa yang ditimbulkannya pada kita sehari-hari. Manajemen rasa malu yang buruk dapat menyebabkan masalah dan ketidakpuasan tertentu, dan dapat menyebabkan munculnya fobia sosial. Beda dengan fobia sosial Fobia sosial adalah ketakutan radikal, ekstrim dan maladaptif terhadap situasi sosial, di mana tingkat kecemasan yang tinggi dialami ketika ini tidak dapat dihindari. Dalam rasa malu ini tidak terjadi, sehingga orang tersebut dapat berfungsi dengan benar meskipun ada kecemasan atau kegugupan yang mungkin mereka miliki dalam situasi sosial tertentu . Namun, sangat penting bahwa orang pemalu yang tidak puas dengan fungsi sosial mereka, belajar mengelola rasa malu mereka untuk menurunkan tingkat kecemasan mereka dan memperoleh gaya relasional yang optimal. Ada beberapa perbedaan ketika memutuskan apa yang cenderung menjadi sumber rasa malu. Ada penulis yang mempertahankan bahwa itu adalah ciri kepribadian bawaan yang dimiliki sepanjang hidup dan ada penulis yang mempertahankan bahwa itu adalah gaya perilaku yang diperoleh selama masa kanak-kanak dan remaja. Kemungkinan besar itu adalah campuran dari sifat dan pengalaman pribadi. Akan tetapi, meskipun sifat pemalu merupakan salah satu ciri kepribadian, yaitu sifat pemalu merupakan bagian dari sifat pemalu, bukan berarti tidak dapat dibalik. Untuk mengatasi rasa malu Anda, Anda tidak perlu mengubah cara hidup Anda. Anda tidak harus mulai menjadi orang yang terbuka dan benar-benar menentang siapa Anda sekarang. Untuk mengatasi rasa malu Anda, yang harus Anda lakukan adalah mengenal diri sendiri dan cara Anda bertindak dengan baik, sehingga Anda dapat mengelola penarikan diri Anda dengan baik dan memastikan bahwa hal itu tidak mengubah fungsi sosial Anda. 10 langkah untuk mengatasi rasa malu 1. Analisis rasa malu Anda Seperti yang telah kita katakan, langkah pertama untuk mengatasi rasa malu adalah mengenal diri sendiri dengan baik dan mengenal rasa malu Anda lebih baik lagi. Berhentilah untuk berpikir dan menganalisis bagaimana rasa malu Anda bekerja. Bagaimana dan kapan rasa malu muncul? Tindakan apa yang mencegah Anda dari mengambil? Perasaan apa yang Anda miliki di saat – saat itu? Apa gagasan umum yang Anda miliki tentang rasa malu Anda? Bagaimana perasaan Anda tentang itu? Ambil pensil dan kertas dan buat kolom dengan masing-masing pertanyaan ini. Kemudian cobalah untuk menjawabnya dan tulis informasi sebanyak mungkin tentang masing – masing dari mereka. Informasi ini akan membantu Anda menghadapi dan membatasi masalah, mengetahui bagaimana rasa malu Anda bekerja dan memiliki kendali yang lebih besar atas hal itu selama langkah-langkah berikut. 2. Terima apa adanya Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah membangun sikap positif untuk mengatasi rasa malu Anda. Sikap ini harus didasarkan pada penerimaan diri Anda dan karena itu rasa malu Anda. Seperti yang telah kita katakan, menjadi pemalu bukanlah atribut negatif, itu bukan patologi atau aspek disfungsional dari kepribadian Anda. Memang benar bahwa rasa malu yang ekstrem dapat membuat Anda menderita masalah yang lebih besar seperti fobia sosial. Namun, memiliki cara hidup yang berlawanan, menjadi terlalu terbuka, juga dapat menyebabkan Anda menderita gangguan kepribadian histrionik atau narsistik. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan karena malu atau tidak malu, tetapi salah mengelola rasa malu Anda. Ini harus diingat karena sikap yang harus Anda ikuti selama proses tidak boleh didasarkan pada keinginan untuk sepenuhnya memusnahkan rasa malu Anda atau mendapatkan cara untuk menjadi sebaliknya. Rasa malu seharusnya tidak menjadi bagian dari kepribadian Anda yang ingin Anda hilangkan, tetapi bagian dari cara hidup Anda yang ingin Anda pelajari untuk dikelola. 3. Rinci situasi di mana Anda tidak ingin terlalu malu. Kemudian, Anda harus menentukan situasi di mana rasa malu Anda memanifestasikan dirinya dan Anda melihat bahwa karena itu Anda tidak berfungsi seperti yang Anda inginkan. Buatlah daftar semua kegiatan di mana Anda menyadari bahwa Anda sangat pemalu, Anda tidak dapat berkomunikasi dengan baik, sangat sulit bagi Anda untuk mengekspresikan diri atau Anda tidak berhubungan seperti yang Anda inginkan. Situasi ini pada dasarnya bersifat sosial dan jika Anda menganalisisnya dengan baik, Anda dapat memikirkan banyak hal Ketika Anda bersama teman-teman minum, di rapat kerja, ketika Anda harus mengekspos atau menjelaskan sesuatu di depan umum, ketika Anda bertemu tetangga Anda di lift, ketika Anda harus meminta tagihan di restoran … Cobalah untuk membuat daftar semua situasi di mana Anda menyadari bahwa rasa malu Anda memiliki pengaruh yang berlebihan pada cara Anda berperilaku. Kemudian urutkan dari relevansi tertinggi hingga terendah sesuai dengan kriteria Anda. 4. Deteksi pikiran otomatis Anda Setelah Anda mendefinisikan semua situasi, hafalkan dengan baik dan ingatlah. Dan langkah selanjutnya adalah mendeteksi pikiran otomatis yang Anda miliki dalam situasi tersebut. Pikiran otomatis adalah hal-hal yang muncul dalam pikiran secara otomatis pada saat tertentu, dan yang jarang kita sadari. Kita tidak sadar karena ketika mereka muncul secara otomatis kita tidak berhenti untuk memikirkannya, oleh karena itu muncul di kepala kita, kita mengabaikannya dan melanjutkan hidup kita. Pikiran-pikiran ini bisa seperti “Jika saya memanggil pelayan, mungkin dia tidak akan mendengar saya, orang-orang di meja sebelah akan melakukannya dan mereka akan menganggap saya konyol.” Pikiran yang muncul di benak Anda ini membuat Anda sulit untuk meminta tagihan di restoran. “Jika saya mengatakan sesuatu kepada tetangga saya di lift, dia akan berpikir bahwa topik yang saya angkat tidak masuk akal.” Pikiran ini bisa membuat Anda memilih untuk diam. “Jika saya ikut campur dalam percakapan teman-teman saya, mereka akan berpikir bahwa komentar saya tidak menarik dan mereka akan mengabaikan saya.” Pemikiran ini dapat membuat Anda tidak berpartisipasi dalam percakapan. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah menjadi sangat perhatian dalam situasi di mana rasa malu Anda muncul, untuk dapat menyadari pikiran – pikiran ini dan kemudian menuliskannya. 5. Bekerja untuk mengubahnya Setelah kita memiliki pikiran otomatis yang terdaftar, tujuannya adalah agar Anda dapat mengubahnya. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyadari bahwa pikiran yang muncul di kepala Anda tidak memiliki kepastian kebenarannya. Artinya, Anda tidak memiliki bukti bahwa jika Anda mengatakan sesuatu di lift, tetangga Anda menganggap Anda konyol, atau teman Anda atau orang di meja sebelah melakukannya ketika Anda meminta tagihan. Semua pikiran otomatis ini meningkatkan rasa malu Anda dan mencegah Anda berhubungan dengan benar. Jika setiap orang memiliki pemikiran seperti ini, tidak ada yang akan berhubungan dengan benar. Setelah Anda melihat dengan jelas bahwa pikiran-pikiran ini tidak harus benar, ubahlah menjadi pikiran yang lebih tepat. Sebagai contoh “Jika saya meminta tagihan dan pelayan tidak mendengar saya dan orang-orang di meja sebelah melakukannya, mereka akan berpikir bahwa pelayan memiliki banyak pekerjaan dan tidak melayani pelanggannya dengan baik.” Tuliskan pemikiran alternatif untuk setiap pemikiran otomatis yang Anda catat di poin 4. 6. Gunakan pemikiran alternatif Setelah Anda memiliki pemikiran alternatif untuk setiap pemikiran otomatis, bacalah beberapa kali untuk mengingat dengan jelas hubungan antara keduanya. Dengan cara ini, mulai sekarang, setiap kali Anda berada dalam situasi apa pun yang telah Anda jelaskan pada poin 3 dan Anda mendeteksi salah satu pikiran otomatis yang telah Anda daftarkan di poin 4, Anda harus segera memikirkan pemikiran alternatifnya yang dijelaskan dalam poin 5. Jadi, setiap kali Anda berada dalam situasi di mana reaksi pertama Anda adalah rasa malu, pikiran otomatis Anda yang memanifestasikan rasa malu Anda tidak akan lagi terbantahkan dan Anda harus berurusan dengan pemikiran alternatif. Fakta ini akan membuat Anda memiliki kapasitas yang lebih besar dalam setiap situasi untuk menilai secara memadai apa yang bisa terjadi jika Anda mengekspresikan diri dan oleh karena itu peluang Anda untuk melakukannya akan meningkat . 7. Ekspos diri Anda pada situasi yang paling sederhana Untuk mempraktikkan latihan Anda dalam pikiran, akan lebih mudah jika Anda terlebih dahulu mengekspos diri Anda pada situasi-situasi yang memberi Anda lebih sedikit potongan. Dengan cara ini, jika Anda melakukan latihan memodifikasi pemikiran otomatis dalam situasi sederhana, kemungkinan besar Anda akan berani mengekspresikan diri dan mampu mengatasi rasa malu. 8. Ubah keyakinan Anda Setelah Anda dapat mengubah pikiran otomatis Anda, Anda harus fokus pada modifikasi keyakinan Anda yang lebih umum. Anda harus mendeteksi semua keyakinan Anda seperti berikut “Saya pemalu dan itu sebabnya saya tidak berhubungan”, “jika saya terlalu banyak mengekspresikan diri, mereka akan berpikir bahwa saya konyol”, “jika saya menunjukkan diri saya secara berlebihan, orang tidak akan menyukai saya”, dll. Setelah Anda mendeteksi semuanya, verifikasi keakuratannya. Mengapa mereka harus benar jika saya sudah berhasil berhubungan dengan baik dalam berbagai situasi? Mengapa keyakinan ini pantas jika tidak ada yang pernah mengatakan kepada saya bahwa saya konyol? Cari alasan mengapa Anda memegang keyakinan ini dan Anda akan melihat bahwa Anda benar-benar sudah mulai meninggalkan rasa malu Anda. 9. Bersantai Meskipun latihan yang telah kita lakukan sejauh ini akan membantu Anda menghilangkan rasa malu dalam banyak situasi, Anda pasti akan terus mengalami kecemasan dan kegugupan dalam banyak situasi . Karena itu, jika Anda menyadari bahwa terkadang Anda terus menjadi terlalu gugup, akan lebih mudah bagi Anda untuk belajar rileks. Anda dapat melakukan latihan berikut selama sekitar 10 menit ketika kecemasan mengambil alih. Bernapaslah dalam-dalam dengan diafragma Anda, perhatikan bagaimana udara bergerak masuk dan keluar dari perut Anda. Dalam setiap tarikan napas panjang, ulangi kata atau frasa yang memancarkan ketenangan seperti “semuanya baik-baik saja” atau “Saya tenang”, dan bayangkan pemandangan yang tenang . Jika situasinya memungkinkan, Anda dapat memutar lagu relaksasi di latar belakang dengan volume rendah. 10. Ekspos diri Anda secara bertahap Akhirnya, melalui semua strategi yang dibahas dalam poin sebelumnya, secara bertahap paparkan diri Anda pada situasi yang berbeda. Jelas, jika Anda memulai dengan situasi yang paling membuat Anda cemas, itu akan menghabiskan biaya lebih banyak daripada jika Anda memulai dengan yang termudah dan, saat Anda bekerja dengan baik di dalamnya, Anda melanjutkan dengan yang paling sulit. Untuk melakukan ini, Anda dapat menggunakan daftar yang Anda buat di poin 3 dan dengan sengaja mengekspos diri Anda ke semua situasi secara bertahap. Dan bagaimana Anda melakukannya untuk mengatasi rasa malu Anda? Bagikan untuk membantu pembaca. Terima kasih banyak! Referensi Carnwath T. Miller D. Terapi Kognitif. Dalam Carnwath T. Miller D. Psikoterapi Perilaku dalam Perawatan Primer Manual Praktis. Edisi ke-1. Martinez Roca. Barcelona, ​​1989. Elisardo Becoña dkk. Panduan pengobatan dan panduan untuk praktik psikologis klinis Pemandangan dari klinik. Peran Psikolog. Madrid, 2004. Espada, JP, Olivares, J. dan Mendez, FX 2005. Terapi psikologis. Kasus-kasus praktis. Madrid Piramida. Pérez lvarez, M., Fernández Hermida, JR, Fernández Rodríguez, C. dan Amigó Vazquez, I. 2003. Panduan untuk perawatan psikologis yang efektif. Jilid I, II dan III. Madrid Piramida.

berikut yang bukan urgensi memiliki rasa malu adalah